Fanny yang Funny

Back at 2007, ketika saya masih bujang, lajang dan indekos. Kos saya ini adalah kos ‘bebas’ yang artinya kami para penghuni kos bebas pulang jam berapa aja, bebas ngapain aja, bebas memasukkan siapa saja dan tentu saja bebas bergender apa saja. Kos-kos an saya jauh dari kata bersih, teratur maupun mewah. Ber-AC tapi gak tau tuh AC tahun berapa yang jelas sih masih tetap dingin. Meskipun umurnya mungkin seumuran saya. Tapi, kos-kos an saya hanya 20 langkah berjalan ke arah pusat kota. Ini sebenernya satu-satunya poin plus nya. Karena kebetulan tempat kerja saya juga di pusat kota. Jadi masuk jam 8 biasanya jam 7.50 saya baru keluar kos. Berjalan kaki, lari-lari kecil kadang….sampai kantor not more than 5 minutes. How can I not love this kos-kos an?

Bisa dibayangin dong penghuninya. Yapp, sependek pengetahuan saya, yang tidak pernah membawa pasangan ke kos-kos an cuma saya dan satu orang lagi teman kos saya laki-laki itupun karena gak jelas juga orientasinya. Yang punya istri di kota lain pun pernah beberapa kali saya lihat kedapatan memasukkan seseorang yang bukan isrtinya ke kamarnya. Ohh ada satu lagi, Fanny namanya. Itupun karena dia……and the stroy goes……

Fanny, umur 16 tahun, asli Solo merantau ke Semarang. Ya…dia merantau untuk menghidupi dirinya bukan karena dia di sekolahkan oleh orang tuanya ke Semarang. Anaknya pendek, gempal, kulitnya putih mulus, wajah oriental khas Menado (mamanya orang Menado), manis dan ber ukuran dada agak berlebihan dari anak seusianya. Belakangan saya tau, dia ikut treatment memperbesar payudara di sebuah klinik kecantikan ternama. Lalu apa kerjanya? Apa sih yang bisa dikerjakan anak umur 16 tahun selain ‘jual diri’? Itu adalah jawaban yang akan dia kasih ke orang-orang yang bertanya tentang pekerjaannya.

Kamarnya bersebelahan dengan kamar saya. Anaknya berisik, sering bernyanyi. Suaranya bagus dan dia suka sekali lagu RnB. Semua orang di kos pernah dia maki-maki atau at least pernah bermasalah sama dia kecuali saya. Dia bilang sama penjaga kos saya, dia sungkan sama saya karena saya gak pernah komplain apapun kelakuan dia meskipun sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan kos. Kalo udah ngamuk, Fanny akan melontarkan semua nama hewan dengan teriak-teriak dan yang paling parah, dia pernah memanggil buser yang sedang lewat hanya karena dia diganggu salah satu temen anak kos yang iseng. Tapi setelah marah-marah dan ngamuk biasanya dia akan menangis. Masih dengan suara kenceng. Dia akan meratapi nasibnya, mengutuk dirinya sendiri dan memaki-maki orang tuanya yang gak perhatian sama dia. Setelah itu, dia akan tertidur sampe lama sekali, sampe penjaga kos (bestfriend nya) akan menggedor pintunya dan membangunkannya karena khawatir. Sebagai orang yang hanya berbatasan dinding dengan Fanny, saya udah gak punya hasrat untuk marah atau komplain karena terganggu kelakuannya dan berisiknya. Yang ada, hati saya ikut miris dan kasihan banget liat kondisi Fanny.

Hari Minggu ketika saya gak ada acara apa-apa dan hanya stay di kos, biasanya kalo Fanny sudah bangun, kita akan di depan pintu masing-masing sambil makan soto kemudian dia akan menjawab. apa saja yang saya tanyain ke dia. Dari percakapan di hari Minggu itulah saya tau kenapa dia sampai menjadi  seperti sekarang ini. Dia cerita, dia ingin seperti kakaknya. Kakaknya udah jadi perempuan panggilan sejak umur 14 tahun (kelas 1 SMP) dan sekarang di umurnya yang baru 21 tahun dia sudah diperistri cukong dari Hongkong, dibelikan apartment, mobil dan diberikan uang bulanan sebesar 17 jt. Fanny memperlihatkan ke saya foto kakaknya. Sekilas saya seperti melihat foto artis tapi gak tau siapa. Beda 180 derajat dari Fanny. Kakaknya tinggi, langsing, kulit sawo matang dan matanya cantik. Wajarlah kalo dia jadi kembang (kata Fanny) di tempat dia mangkal. Lucu melihat ekspresi Fanny yang berapi-api dan bersemangat sekali ingin meniru jejak kakaknya. Meskipun dalam hati saya, tetap saja miris.

Lulus SD, Fanny bersekolah di SMP di kotanya. ‘Banyak lonthe mbak di SMPku’ begitu katanya. Sampai pada suatu hari, ada mami-mami yang menawari Fanny untuk menjual diri. Fanny yang bergaya hidup bak anak muda gedongan tentu saja tergiur tawaran ini. Oh ya, Fanny kehilangan keperawanannya saat dia mulai berpacaran waktu awal-awal masuk SMP. Akhirnya Fanny mulai menikmati pekerjaan ini dan tentu saja dengan dukungan kakaknya. Mamanya? Saya belum cerita ya, mamanya adalah seorang germo dan papanya sudah meninggalkan mamanya sejak melahirkan adik bungsunya. ‘Keluargaku itu keluarga lonthe mba….hahahahahha….’ tanpa beban.

‘Lonthe itu kaya henpon mbak, makin sering dipakai makin murah, dulu waktu awal-awal aku bisa dibayar sekali main 1-2jt sekarang 500rb aja masih dipotong germo, dapetnya 350 tok mba….ngenes…ngenes’

‘Mbak pikir aku gak sakit apa, sakit banget mba di dalam sini (sambil pegang dada) juga di bawah sini mbak…tapi aku bisa kerja apa? Aku pengen kaya yang lain, pengen sekolah, pengen kuliah’ 

‘Aku gak mau di panti pijet mba tapi kalo ga disitu aku gak laku. Semua orang di panti jahat mba, pengen ngejatuhin bahkan ada yang main dukun. Aku udah pake dukunnya Chris John dari Banyuwangi aja masih kalah mempan sama mereka. Jahat mba…aku gak tahan tapi aku terpaksa’

Biasanya akan panjang dan lama nangisnya. Selalu percakapan kami berakhir seperti itu. Kalo dia sudah menangis dan tidak mau makan lagi sotonya, saya suruh dia mandi. Dan seperti biasa, dia akan tertidur sampe siang/sore.

Tapi banyak juga hal lucu yang dia ceritakan tentang pekerjaannya. Pernah saya menemukan brosur-brosur Singapore Tourism Board di kamarnya. Saya tanya dia apa dia mau ke Singapore? Dia ketawa ngakak sampe menangis. Saya bingung.

‘Jadi to mba, aku disuruh sama ‘mami’ ku baca-baca brosur ini biar ngerti Singapore itu kaya apa dan ada apa aja. Nanti kalo pas lagi nemuin tamu, aku bakalan bilang kalo aku habis dari Singapore habis dari sini (nunjuk ke brosur), sini (tunjuk lagi) hahahaha…..’

Lho…kenapa begitu?? Saya mulai agak absurd dengan jawabannya.

‘Aduh mba…mba….semakin tinggi status sosial kita semakin tinggi bayarannya. Kalo yang make aku tau aku suka keluar negeri, dia berpikir pasti aku lonthe kelas atas. Dan nilai jualku tinggi mba…itu kata mamiku. Aku sering kok bohong ke tamu, aku habis dari Malaysia, Bali, Lombok. Trus aku bawa buku-buku tebel di tasku dan pura-pura tak jatuhin pas aku ambil k*nd*m’

Geli sih tapi takut kalo ikutan tertawa nanti disangka menghina. Karena anak ini susah ditebak. Lalu saya tanya, kalo tamunya tanya isi bukunya apa gimana?

‘Mamiku udah nyeritain isi bukunya sekilas. Kalo dia tanya lebih jauh ya aku bilang aja, baru beli belum sempet baca sampe selese’

O……iya cuma O…….saja yang keluar dari mulut saya.

Itulah Fanny. Sekarang tahun 2012, berarti dia sudah 21 tahun, selama 5 tahun saya gak ketemu sama dia, sejak kos kami dirubuhkan untuk dibangun hotel akhir tahun 2007. Mungkinkan dia sudah mengikuti jejak kakaknya? Saya tiba-tiba kangen Fanny, pengen ngobrol sambil makan soto. Soto 1, sate telur 1, otak-otak 1, tempe 5. Itu pesanan Fanny dan selalu tidak habis sate telurnya karena dia sudah terlanjur menangis sebelum sempat memakannya. Fanny yang lucu.

I Like Being Tall…

Lately, I like to wear my one and only high-heel. Don’t know why but….I like being taller….

my one and only tiny bitty high-heel

In my ages, everything so called ‘vitamin peninggi badan’ or ‘tabib hermasyah bayu, meninggikan badan dengan cara ditarik ditempat’ of course…won’t work on me…..

So I decided to wear high-heel….uh yeaaahhh, until

she's wearing flats!!!

Why…whyyyy??? I’m on my heel n she’s on her flats but still…I can’t no as tall as her…..huhuhuhu….! Then I’m browsing for some heels, wedges especially, till I found this adorable wedges from here. This one…

It seems so comfortable to wear and the heel is suitable for me to be as tall as my ‘in her flats’ bestie (sigh).

And yesterday, I found that my favorite blogger, @wortje , seemed would make my dream came true (hihihi…over self confident). Hopefully this post will make me as tall as my friend above even tough she’s on her flats (cross fingers)

Hopefully….yes hopefully I win that contest so I don’t have to pay my dream wedges with my own money.

And still….I like being…..even taller now…..

Godaan Setan

Bukannn…ini bukan soal impulsive2an kok….bukan soal godaan sale ato model sepatu di toko itu yang di mall itu sebelahan sama toko itu yang sebulan ini menjadi wishlist (curcol). Trus apa dong??

Berawal dari obrolan sore-sore ga penting di YM sama a very gooooooooddd friend, tibalah sesi curhat. Ya jelaslah aku yang curhat secara ya mulut ini diem cuma kalo tidur doang itupun kalo ga ngorok ya. 

Dan tibalah kata manis nan bijaksana terpapar jelas dalam window chattingan kita. ‘Kalo kamu sebel sama seeorang/sesuatu trus kamu ngeluh n kamu omongin terus, gak bakalan ada habisnya taukkk. Itu namanya godaan setan n sekaligus cobaan dari Tuhan. Semakin kamu omongin kamu semakin jengkel padahal aku yakin yang kamu omongin pasti kejelekannya mulu dan taruhan yookkk…gak ada baik-baiknya toh orang itu meskipun tiap hari udah kamu omongin dan keluhin???. Udah deh gak bakal ada tenang-tenangnya apa lagi bahagia deh hidup kamu’

Makjleb dong ah…..kenapa??

1. Jleb pertama : iya yah…gw biang gosip banget ternyata selama ini. Ngomongin orang mulu ih…

2. Jleb kedua : ehh kok bisa sih anak ini ngomong kek begini secara ya gak ada tuh baik2nya orang ini dari dulu sampe sekarang…PEACE!! hihihihi….untung dia g ngeblog….bisa gak dijatah kalo tau….

Berawal dari situ tiba-tiba sampailah pada kesimpulan, gw lagi mengidap ‘penyakit hati’. Stadiumnya mungkin sudah akut. Mengeluh, ngomongin orang, emosian, gak bersyukur. Hidup rasanya berat dan susah selama ini. Duuuhhh…parah…parah…!! *tutupmuka*. Settingannya di atas motor pas perjalanan pulang dari kantor lho ini pas tiba-tiba makjegagik menyadari hal itu.

Terngiang-ngiang lagunya ‘jagalah hati…jangan kau nodai…jagalah hati….jangan kau kufuri’. Mewek kan jadinya sepanjang perjalanan dari kantor ke rumah padalah naik motor. Sampe mata burem akhirnya nepi bentar buat ngelap muka.

Sampai rumah, bersih-bersih, mandi n masakin makan malem trus nenenin Lilo. Yang biasanya di ruang keluarga sekarang di kamar sambil merenung yang tadi. Aku harus BERUBAH!! Terlalu banyak nikmat tapi gw gak bersyukur, terlalu banyak kemudahan tapi gw mempersulit diri dan terlalu banyak hati yang baik tapi gw curiga. Astaghfirullah. Berusaha nahan ga mewek. Lilo was staring at me! Malu ih!

Sebisa mungkin sekarang gw gak akan ngeluh even itu cuma soal service BB yang lemot apalagi makanan yang tinggal gw makan. Dan yang paling susah adalah gak ngomongin orang huhuhuhuhu…..ember pecah begini masak disuruh diam tak bergosip sihhh??? Aku tak sangguuuuuppppp……(istighfar Linda….nyebuuutttttt…). Yang paling penting adalah menahan emosi. Hahhh??? Linda gak emosian??? Hahhh??? Yakiinnnnn??? (dunia akan bertanya seperti ini).

Sudah dicoba beberapa hari ini, masih ‘bolong’ sana sini sih (ngeliat chat bbm sama Cici yang isinya gosip terpanas abad ini….pura2 mati ahhhh). Godaan terbesar adalah suamiku sendiri. Kenapa sih dia seneng banget bikin keki n esmosi?? (cium Trie sampe jontor). Sabar….sabar….sabar…..! Di kantor pun selalu berusaha menghindari keluhan terhadap pekerjaan, bos, temen dll.(Hayoooo siapa yang sering ngomongin bosnya di belakangnya??? Hayoooo….tunjuk tangannn???? *ngacungpakejarikelingkingbiargakeliatan*. Ahhh susaaaaahhhh tapi harus semangaaattttt!!!

Akhir kata ‘DOAKAN SAYA’

Tentang Uut…..

Namanya sih Tuwanti, karena susah mau dipanggil apa…akhirnya terciptalah panggilan ‘Uut’

Don’t ask why ya…kita juga ga ngerti awalnya….

Dia adalah our beloved assistant di rumah dengan main job desc sebagai nanny nya Lilo

Pertama kali datang, kucel, kurus n kurang makan. Terbukti dengan seekor kakap asam manis yang dia habiskan setengahnya….*masihshockkaloinget*

Gak yakin dan hampir saja dikembalikan ke kampung halaman, tapi Ibu meyakinkan kalo anaknya mau belajar akhirnya kita beri kesempatan.

Sebulan dirumah, kerjaan beres meskipun gak pernah 100% yang artinya dia itu buru-buru banget kalo kerja seakan-akan gak ada hari esok.

Sama Lilo udah mulai bisa mandiin, ngajak ngobrol dan udah bisa kasih asip pake botol sendok karena Lilo anak manis yang sama sekali ga suka dot….*padahalnyusahin*

Time flies, udah setaun setengah dia ikut kita. Hobbynya nonton tv terutama acara musik dan Sinetron Cinta Cenat Cenut and Go Go Girls.

Uut tempat kita bertanya, ‘itu yang nyanyi sapa ya Ut?’ dan dia hapal semuanya. Beberapa waktu lalu minta ke Trie untuk didonlotkan Avril Lavigne and Lady Gaga. Isi henpon nya hampir semua lagu baru yang dia dapet dari tuker-tukeran sama temen-temennya di komplek daaaannn ternyata beberapa kali Trie dengan sukarela mengisikan lagu di hp nya. What a nice boss….*tutupmata*

Oh ya, hobby nonton Ranking 1 dan selalu berusaha jawab ketika si pembawa acara selesai membacakan soal. Unfortunately…selalu benar *sembah*.

Nonton 7icons di salah satu mall di Semarang, selesai acara bersimbah airmata, pas ditanya kenapa jawabnya ‘buuu…aku salaman sama semuaaaa…..Kak PJ, Kak ini…itu…anu (sori gw gak apal)….aku seneng banget buuuuuu…’. Dalam hati bersyukur, kita berpikir dia keinjek-injek tadi makanya nangis sesenggukan gitu. Well, we hire ABG jadi ya mungkin fenomena begitu baru masanya ya…..*sabar*

Pas nonton tv, kita selalu bisa diskusi sama dia. Karena selain jadi tempat bertanya secara sehari-hari dia tidak pernah ketinggalan gosip, dia selalu tau channel mana dan acara apa yang bagus. Terakhir beberapa hari yang lalu secara ga sadar we discussed about Miranda Goeltom gara-gara nonton wawancara live nya….alamaaaakkkkk……

Kalo jalan-jalan dia harus yang gendong Lilo. And she loves my Boba so much…..*nagisdipojokan*. Kalo makan dimana aja dan kapan saja selalu ‘nasi goreng’ dan ‘es teh’. Hapal counter-counter di mall more than me! Yeepp blame me karena kita banci mall. Menurut kita gak ada tempat yang enak buat jalan selain mall hihihihi….gak panas and bisa cuci mata.

Too many things to tell about Uut tapi kok udah sore ya…..well sejauh ini okelah buat kita meskipun masih banyak yang harus dibenerin sana sini. Secara ya…dia itu jorok gak ketulungan. Sampe-sampe disetiap wastafel dirumah selalu ada sabun cuci tangan karena anak ini sepertinya alergi air dan malas sekali cuci tangan.

Oh ya..pernah menghabiskan satu bungkus tissue basah untuk….mandiin kucing!! dengan alasan…kan mau dipegang Lilo bukk…takut kotor. Yang ada kucingnya kabur karena kedinginan dikasih tissue basah. Curiga dia bersihin apa-apa dengan tissue basah karena sekarang si Lilo tiap ketemu tissue basah langsung buat ngelap mainannya dan sepatunya.

Tapi sebagai orang yang gaji dia’ mungkin eh pastilah kita jauuuhh dari kekurangan dan harus memperbaiki diri juga *inshaAllah*. Oh yaa…sekarang kalo ditegur agak ngambek *toyorUut* tapi good side nya dia gak akan ngulangin lagi *kalogaketauan*. Pe eR banget nih kalo asisten kaya begini. Untung masih dalam tahap masih bisa ditoleransi. Yang penting dia jujur dan sayang sama Lilo…amien..

I welcome u to meet our beloved assistant…Uut…(yg gak pake jilbab)

 

 

Membawa AsiP lebih dari 12 jam

Bulan Juli kemaren, kebetulan saya ada perjalanan ke Phuket lanjut Singapore selama 5 hari. Sempet pesimis, bisa g ya bawa ASIP beku?? Trus cari literature sana sini and voila….ternyata sebelum 8 hari ASIP boleh tidak dibekukan. Karena saya berpikir jauh lebih mudah membawa ASIP cair daripada ASIP beku.

Persiapannya antara lain :

1. Koper besar (supaya bisa muat coolerbag + baju-baju n perlengkapan saya)

Jadi saya bener-bener males kalo harus ngurus surat keterangan menyusui supaya bisa bawa ASIP yang merupakan cairan ke kabin. Selain males bawa cooler bag segede gaban itu, sayang masih harus menenteng tas pompa + tas centil, kebayang kan kalo saya harus bawa 3 tas, gak jauh beda kaya porter dong.

2. Cooler bag merk Igloo

bisa di beli di ACE Hardware

2. Lock & lock, platik wrap, lakban, plastik asip, plester untuk luka

cari lock & lock yg pas ukurannya dengan cooler bag-nya

3. Ice pack gulungan + beberapa ice gel/blue ice kecil

beli di ACE Hardware juga..

Semua peralatan perang masuk di coolerbag Igloo yang saya masukkan ke koper. Sementara untuk bekal memerah dijalan saya membawa coolerbag Avent sekalian pompanya dan apron. Jadi bener-bener diatur waktu pompanya aja biar gak kerepotan ‘menyelamatkan’ asipnya.

Waktu itu saya berangkat dari Semarang pagi kemudian transit Jakarta n terbang ke Phuket jam 16.00. Artinya saya harus memerah sekali sebelum boarding. Saya memerah jam 15.00 kemudian ASIP saya bawa seperti biasa tanpa es. Karena sepanjang pengetahuan saya, ASIP tahan di suhu ruang kurleb 4 jam. ALhamdulillah pesawat gak delay. Sampai di Phuket masih dalam kurun waktu 3 jam. Kemudian kita makan malam. Di resto saya minta es batu, buat jaga-jaga kalo telat sampe ke hotel. Sampai dihotel, ASIP saya cium baunya masih oke. Langsung masuk ke kulkas di kamar. Oh ya, sebelum berangkat pastikan kamar memiliki kulkas atau hotel bersedia kita titipin ASIP n ice pack.

Urusan ASIP perahan di Jakarta selesai. Selanjutnya saya ke bagian restoran di hotel untuk menitipkan ice pack dan beberapa ice gel saya. Sebaiknya segeralah menitipkannya agar waktu diambil sudah beku maksimal. Dan umur es sudah ‘tua’. Kendala saya waktu di Phuket, mereka gak ngerti maksud saya karena bahasa Inggris mereka parah banget. Akhirnya saya bilang, ini harus jadi kaya gitu (sambil nunjuk es batu di meja bar). Baru mereka mengerti. Oh ya, esoknya bolehlah cek per cek ice pack nya bener-bener dibekukan apa tidak untuk memastikan (soalnya ice pack gulungan ini bekunya agak lama karena lembarannya besar), supaya kalo pihak hotel masih gak ngerti juga, kita bisa ambil tindakan dengan melempar ice pack tersebut ke mukanya misalnya…*ngacojanganditiru hehehehe…

Nah, urusan titip menitip sudah beres. Lanjut ke urusan perah memerah dan simpan menyimpan. Kalo ini mah gak usah dibahas. Semua juga ngerti ya. Next, kita lanjut ke bagian terpenting, yakni, mengepack ASIP sedemikian rupa biar aman tentram dan berguna hingga tiba di rumah.

Saya pulang dari Phuket jam 06.30 pagi untuk terbang ke Singapore (kurleb 2 jam) yang artinya jam 4 saya harus sudah ready di lobby. Trus packing jam berapaaaaa???? Hehehe…saya cicil sebelum tidur untuk mecampur + membungkus ASIP biar tidak terlalu banyak wadah ASIP + hemat tempat. Satu plastik ASIP saya isi maksimal. Kemudian saya plester (lemnya lebih kuat daripada lakban) buat jaga-jaga aja kalo tumpah.

mereka siap tempur....

note : sebelum tidur, saya pesan ke hotel kalo saya butuh es batu jam 3 pagi dan saya ambil sendiri (biar mereka gak bete hehehe). Oh ya, pesen es batu yang sudah lama beku ya, biar lama mencairnya.

Then, saya siapkan lock n lock dengan es batu di dasar seperti gambar di atas. Kemudian ASIP saya susun diatasnya. Karena sudah di plester, oh ya saya tambah lakban juga jadi yakin seyakin-yakinnya gak bakalan tumpah *amien*

posisi menentukan prestasi...

Kemudian setelah semua ASIP masuk, di atasnya saya kembali kasih es batu sampe penuh

Terakhir ditutup dong yaaa…hehehe…

Karena kedodolan saya, proses terakhir lupa saya abadikan gara udah hampir jam 4 n saya belum mandi.

Jadi langkah – langkah terakhir kurleb sbb :

1. Wrap lock n lock dengan plastik wrap usahakan 3 – 4 kali wrapping.

2. Bungkus dengan ice pack gulungan kemdian masukkan ke coolerbag

3. Masukkan sisa ice pack/ice gel (bila bawa) di atasnya.

4. Wrap coolerbag sebelum dimasukkan ke dalam koper.

Sampai di Singapore ternyata kita harus ke Universal Studio dulu dan belum cek in hotel. Saya sudah setengah mati berdoa sekaligus pasrah kalo terjadi apa-apa sama koper saya, secara udara Singapore panas dan koper berada dalam bagasi bus yang pasti luar biasa panas juga. Eh lha kok sempet-sempetnya sebelum balik ke hotel saya ngejar sale di ZARA dulu hihihihi…akhirnya sampai hotel jam 11 malam boooo’. Matik aku! tapi langsung senyum begitu liat belanjaan ZARA + Ikea hahahahaha…

Dan waktunya tiba sodara-sodara. Sampai kamar, saya cek kulkas ternyata rusak huwaaaaa…….mati kedua kali. Langsung minta ganti n cepet banget digantinya. Deg2an buka koper. Jeng….jeeeeeenggggg, buka cooler bag masih dingin banget. Kemudian buka lock n lock daaaaaannnn….es batunya hanya separo yang mencair sodara-sodaraaaaaaaa. Alhamdu……lillaaaaaaahhhh. Besoknya kembali ke Jakarta, gara2 hotel ga ngasih es batu, terpaksa saya minta es batu di SEVEL, untung boleh. Tapi es batunya kayanya belum ‘tua’ soalnya dalam waktu 10 jam hampir 75% mencair. Untung sampai rumah langsung bisa masuk freezer sebelumnya dicium dulu n dirasa hhmmm….masih enak dan tidak bau aneh-aneh, aman deh ASIPku.

Oh ya beberapa point yang harus diperhatikan banget ya:

1. Ice pack gulungan kalo bisa hampir semua beku (susah bekuinnya kalo kulkasnya kecil, makanya titipin di freezer hotel yang besar)

2. Cari es batu yg sudah ‘tua’

3. Konon bagasi pesawat sangat dingin, mungkin ini yg sangat membantu kalo ASIP dibawa ke bagasi saja.

4. Jangan lupa bawa gunting yaaaaaaaa biar gampang pas motong2 plester, lakban n platik wrap. Masukin ke kantong coolerbag pasti aman dari scan di bandara.

Jadi total perjalanan ASIP saya dari Phuket ke Singapore : 19 jam sodara-sodara. Mungkin kalo gak didukung udara Singapore + bagasi bus yang super panas, es batu nya cuma mencair 25% aja tuh….

G usah kecil hati kalo gak dapat surat keterangan menyusui biar bisa bawa ASIP ke kabin, bawa aja di bagasi seperti cara saya. Aman dan gak ribet tentunya.

S E M A N G A T !!!!!!!!

No Camera Friendly Baby

Lilo, 15 months, susah banget di foto. Klo difoto sendiri kira-kira begini jadinya

apa sih foto2? nih ketek nih....

Mungkin maunya foto sama mama kali ya…..

mayan ud mau liat kamera meskipun nyureng....*sigh

Let’s try papa’s luck with her…

bentar pa...rambutku gak oke.....*sabar ya paaaaa

coba ber-3 yuk paaaa…sapa tau Lilo mau action….

kayanya 'terpaksa' ni nyenengin mama papanya....oh Lilooooo....

ehhh waiiittt…tiba2 minta papa foto….*dancing

horeeee akhirnya posenya 'bener' mskipun harus dia yg nentuin gaya n tempat....

jadi pose terakhir itu dia nyeret2 papa-nya sambil nunjuk2 iphone…minta foto ternyata. Ya tapi itupun terjadi mungkin 1 : 100 dari emaknya yg ngotot pengen fotoin dia…

Ahhh sok artis ni anak….gemeeessshhh…..cubiiittt…uyeeellll2…..ahhhh kangeeeeennnn….

Her Name was…..Lola (Part II – Finished)

1 hari yang lalu atau kemaren sore

Aku diundang ke pesta ulang tahun anaknya. Oh well, ini kesempatan bagi kepo-ers macam aku untuk sekalian mencari tau kebenaran BBM itu. Datang dengan Lilo n her nanny. Agak telat, acara udah mau selesai. Clingak – clinguk but I can’t find her husband. Jadi…jadi…..ahhh well mungkin masih dikantor. Tapi kan ini ultah anaknya (antara perang bathin n kepo yang berlebihan)

Selesai acara, sengaja cari celah agar bisa berduaan sama Lola. Pura-pura pamit pulang biar diantar sampai depan. Yess, Lola mengantarku sampai depan. Kemudian dengan segala kekuatan yang ada aku tanya sama dia n konfirmasi BBM ku sama temenku yang temennya suaminya. And…she dragged me to her room. Tak ada ekspresi maupun emosi. Datar!

Lola : Si A selingkuh n KDRT

Me : *shocked smpai nangis*

Tapi kemudian aku liat si Lola sudah sangat santai sekali menceritakan hal ini. Sambil memperlihatkan semua foto-foto dan hasil visum KDRT dan sambil aku berurai air mata sementara dia sangat tegar, dia mulai bercerita.

‘Semua sudah diatur, aku udah capek. Sekarang beratku sudah naik 3kg semenjak aku melayangkan gugatan ceraiku. Aku merasa nyaman n tenang. Kamu tau, dia selingkuh sudah lama bahkan jauh sebelum aku melahirkan. Waktu aku hamil 7 bulan, dia pernah menalakku. Tapi aku bertahan karena aku gak mau anakku lahir tanpa ayah’

Batinku terkoyak mencerna kata-kata Lola satu per satu. Sambil sesekali aku liat wajahnya, tenang namun tak bisa dipungkiri kalo penuh dengan kemarahan dan emosi. Kuberanikan bertanya mengapa selama ini hubugannya tampak baik-baik saja bahkan mendekati sempurna?

‘Aku berusaha menutupi agar semua memandang aku harmonis dengan suamiku. Asal kamu tau ya aku gak dinafkahi sudah lama. Dia itu kebangetan. Setiap gak bisa menjemputku, dia minta aku naik taksi dan dia minta pembayaran taksinya harus ada kuitansi. Mana bisa lah??’

Semakin sulit kuterima kenyataan ini, tapi kubiarkan dia bercerita

‘Aku di KDRT 4 kali. KDRT itu terjadi kalo aku habis mergokin dia sama cewek itu. Terakhir KDRT dia lakukan di depan anakku, langsung aku ajukan gugatan cerai karena sudah gak bener. Aku bisa tahan tapi jangan didepan anakku’

Kupandangi foto-foto bekas KDRT itu, dan kemudian Lola menyibakkan celananya. Bekas biru masih ada di betisnya persis sama di foto yang kubawa. Ternyata ada luka yang gak bisa hilang, membekas seperti luka dihatinya…

‘Aku melihatnya beli k*nd*m di apotek. Bahkan aku nge-gap mobilnya dia di sebuah hotel cek in. Kamu tau, ketika aku didepan kamarnya yang dia tempati sama cewe itu, dia sms aku ‘Yank, sudah dirumah? Titip anakku ya…kalian baik2 ya…aku masih lembur’ Kakiku seperti tak bertulang, lemas dan tak tau harus berbuat apa. Sebelum aku pingsan temenku ngajak aku pulang. Masih tak menyangka dia sms seperti itu sementara posisiku tepat berada di depan kamar hotel yang dia tempati dengan cewek itu. Sampai dirumah, anakku panas tinggi 39 dercel’. Perasaanku bukan hancur lagi. Mungkin aku mati suri waktu itu.

Emosi menjalari tubuhku, panas dan marah sekali. Kini aku tau kenapa wajah Lola sedemikian datar, mungkin emosinya, air matanya dan kesabarannya sudah habis. Tapi aku sedikit lega, dia sudah bangkit dari keterpurukannya, keceriaannya sudah sedikit tampak dan semangat untuk hidupnya tinggi sekali. Dan saat ini dia memutuskan untuk tidak berhubungan dengan calon mantan suaminya. Aku mengerti dan aku tak berkomentas sama sekali. Biarlah Lola menata perasaannya.

Be strong ‘the flower of the earth blossoming in April’

Her Name was…..Lola (Part I)

Her name was Lola…she was a showgirl….

Tiba-tiba lagu Bary Manilow terngiang-ngiang di telingaku, gak tau kenapa n gak ada hubungannya juga sama posting ini, hanya saja kayanya pas banget untuk memulai sebuah cerita tentang seorang wanita yang penuh intrik n misteri…..

2 tahun 4 bulan yang lalu

Aku berbisik-bisik sama temen sekantorku mengomentari seorang teman yang kemudian dipostingan ini kunamakan Lola. Wajahnya cantik, hidung mancung, alis bagus, kulit mulus meskipun coklat. Yatim piatu. Bagi kami, dia itu sosok sempurna, punya suami yang sepertinya sangat memanjakan dia. Bisa didengar dari cara dia telpon (yang jujur saja terkadang membuat kami mual karena saking mesranya dan gak pandang bulu ada siapa disitu). Apalagi ketika dia hamil, dari cerita si Lola, sang suami sangat memanjakan dia. Gak boleh nyetir, gak boleh makan telat bahkan satu hal yang mungkin seribu laki-laki berpikiran sama, gak boleh potong rambutnya yang memang sangat indah. Ini cerita si Lola kepada kami. Juga mengenai keadaan financial (seperti yang diceritakan Lola) yang menurut kami very very settled n aman secara financial. Hidupnya sempurna, meskipun serasa mimpi bagi teman yg lain.

6 bulan yang lalu

Buka fb pagi-pagi. Gak biasanya si Lola ini update status di FB. Waktu dibaca, statusnya lebih ke sebuah kemarahan dan kelelahan yang luar biasa karena satu dan lain hal. Coba kutanya via komen di FB, she said she was okay. Tanya teman-teman yang lain pun tak ada yg tau. Hanya saja beberapa bilang si Lola sekarang kurus kering dan rambut dipotong cepak. Whatttt??? Still got no answer and I didn’t think too much bout that. Masalah selesai buat saya until….

Dua minggu yang lalu

Lagi BBM-an sm temen ;

Me : Hi Di, kamu masih kerja di kantor XXX?

Didi : Ya, knp?

Me : Kenal sama si A?

Didi : Kenal dong, satu kantor. Kok kamu bisa tau?

Me : Ya bisa dong kan istrinya si A, si Lola itu temenku.

Didi : Ohh…dimana dia sekarang?

Me : Kok nanya gitu? Ya masak g sama suaminya?

Didi : Hmm…denger2 kn lagi proses cerai

Me : Whaaaatttttttttttt???? Are u nuts? Gak mungkin

Didi : Well, denger-denger sih….KDRT katanya

Me : *speechless*

Again, I ask my friend and try to contact Lola but there’s no explanation at all.

*to be continued*